Rencana awalnya siy mau ke bedugul.. Tapi setelah dihitung2,, dalam 2bln ini kita sudah 2x ke bedugul. Akhirnya kami (saya, Surya dan Iputt) memutuskan meluncur ke Taman Soekasada Ujung yang terletak dekat pantai di Desa Tumbu, Kecamatan Karangasem yang jaraknya 60 km dari Denpasar.
Sebenernya kami bertiga ga pernah ke Taman Ujung. Jadi giliran ada kesempatan kesana,bener2 kegirangan (terutama saya). Hurraaaaayyy..
Ternyata sampai di sana, kami kaget…
Panasnya ga karuan! (pas jam 2 siang). “Beib,kamu kuat puasanya? Panas lho..” tanyaku ke Surya..
Dia nya jawab, “Kuaaaaaaaaat..” hehehehe.. “OK beib..lanjutkanlah..” *saya lagi puasa bedug.. jadi jam segitu uda buka.. wkwkwkwkwk..
Back to Taman Soekasada Ujung… Taman Ujung dibangun pada tahun 1919 pada masa pemerintahan Raja I Gusti Bagus Jelantik ( 1909 – 1945 ) yang bergelar Anak Agung Agung Anglurah Ketut Karangasem dan diresmikan pada tahun 1921 dan diberi predikat Taman Air Kerajaan atau The Water Palace. Taman ini digunakan sebagai tempat peristirahatan raja dan juga sebagai tempat menjamu tamu-tamu penting seperti raja-raja atau kepala pemerintahan asing yang berkunjung ke kerajaan Karangasem.
Di sana terdapat beberapa bangunan juga kolam besar dan luas. Ada 3 ( tiga ) buah pintu masuk atau gerbang menuju areal taman. Kami sempat bingung masuknya darimana.. hehehe..
Kami sempet liat dari jauuuuuuuuuh, di areal sebelah utara taman, di tempat yang tinggi terdapat patung “warak” ( badak ) dan juga patung “banteng” yang dari mulut kedua patung tersebut air memancur keluar menuju kolam.
Sesuai predikatnya The Water Palace , Taman Ujung memiliki 3 ( tiga ) buah kolam besar dan luas. Kami juga sempet foto2 angsa di sana, yang berakhir Si Puput dikejar angsa hampir disosor.. hehehe.. Seneng ngeliat adegan lucu di siang bolong.. hehe..
Di tengah kolam I di sisi paling utara terdapat bangunan utama yang disebut “Bale Gili” yang dihubungkan oleh jembatan menuju arah selatan. Di bangunan ini ada kamar Raja dan kamar putri2 Raja lhow.. Sempet juga foto2 di kamar Raja.. hehehe.. Mengkhayal jadi Putri Raja niy..
Kemudian di tengah-tengah kolam terdapat patung-patung dan pot-pot bunga. Di sebelah barat kolam I, di tempat yang agak tinggi terdapat bangunan berbentuk bundar, yang disebut “Bale Bunder” yang fungsinya sebagai tempat untuk menikmati keindahan taman dan panorama alam di sekitarnya. Di tengah kolam II di sisi selatan kolam I terdapat bangunan yang disebut “Bale Kambang”. Bangunan ini dahulu berfungsi sebagai tempat jamuan makan untuk para tamu kerajaan. Di sebelah timur kolam II terdapat kolam III yang disebut Kolam Dirah dan merupakan kolam pertama yang dibuat oleh Raja Karangasem.
Di sebelah barat laut Bale Bunder, pada areal terasering yang tinggi terdapat bangunan persegi empat panjang yang disebut “Bale Lunjuk”. Ada sekitar 107 anak tangga menuju bangunan ini dari arah timur. Anak tangga inilah yg bikin Surya jadi ngedrop dan akhirnya dengan amat sangat menyesal harus batal puasa.. (lebih baik begitu karena saya ga sanggup kalo harus gotong2 dia seandainya dia pingsan krn dehidrasi). Tenang Beib, kita bayar bolong puasa kita bareng2.. hehehe..
Sejarah mencatat kemegahan Taman Ujung sempat rusak akibat meletusnya Gunung Agung pada tahun 1963 dan diperburuk dengan gempa bumi yang melanda Karangasem pada tahun 1979 yang meninggalkan puing-puing bangunan, namun tidak meninggalkan kesan megahnya. Untuk mengembalikan kemegahan Taman Soekasada Ujung, maka pada tahun 2001-2003 Pemerintah Kabupaten Karangasem memanfaatkan dana bantuan Bank Dunia membangun kembali Taman Soekasada Ujung dengan tujuan untuk mengembalikan keberadaannya kepada bentuk semula demi melestarikan warisan budaya yang menjadi kebanggaan Karangasem.
Syukurlah dana-nya memang benar2 digunakan untuk sesuatu yang bermanfaat..
Ow ya, sdikit berbagi tips buat yg mau ke Taman Ujung : Bawalah payung dan pakai sunblock sebanyak2nya.. ^^v




